RAKERNAS II KKK DITUTUP; JACKSON NAKHODAI DPD KKK DKI JAKARTA

JAKARTA (KKK). Komunitas Kawanua yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dan pengurus daerah se Indonesia, yang merupakan organisasi perkumpulan warga Minahasa/Manado di rantau, pada 7-8 September berkumpul di Banten untuk melaksanakan Rapat Kerja Nasional II (RAKERNAS II) sekaligus mengukuhkan beberapa Dewan Pengurus Daerah (DPC) dibeberapa Provinsi demikian disampaikan Ayub D.P Junus sebagai Sekretaris Jenderal DPP KKK.

Karena pelaksanaannya di Banten maka sesuai dengan jadwal yg ada pada hari kedua semua Dewan Pengurus yang hadir dari seluruh Indonesia melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Teruna ditengah Kota Tangerang. Disini dibaringkan jenasah para pahlawan Peristiwa Lengkong yang menewaskan Direktur Akademi Militer Tangerang Mayor Daan Mogot serta beberapa teruna diantaranya Rudolf Maringka dan Saphacus Petrus asal Sulawesi Utara.

Turut hadir pada ziarah dan tabur bunga itu, Ketua Umum DPP Irjen Pol DR Ronny F. Sompie, Waketum I Brigjen Tommy Watuliu, serta pengurus DPP dan ketua-sekretaris DPD-DPC se Indonesia.

“Program ziarah kali ini merupakan momentum yang diambil KKK untuk mengingatkan kembali jasa perjuangan yang dilakukan pahlawan asal Sulawesi Utara yang berjuang di luar daerah,” kata Wasekjen DPP Donny Lumingas. Ketua DPD KKK Gorontalo Berty Runtukahu dan ibu Dolly Donsu saat ziarah ke makam pahlawan Daan Mogot.

Pahlawan nasional Mayor Daan Mogot, sesuai sejarah bahwa ia bersama Rudolf dan Sapacus, meninggal di saat terjadi pertempuran Lengkong, guna bernegosiasi dengan penjajah Jepang disaat pelucutan senjata. Mestinya setelah selesai mengambil senjata-senjata tersebut, mereka akan kembali melapor di Markas Resimen IV Tangerang. Namun disaat sementara bernegosiasi dengan perwira Jepang, terjadi letusan senjata yg tidak tahu dari pihak siapa. Ini memicu tentara Jepang kembali merebut senjata yang sudah dimuat oleh para taruna utk diangkut, tidak ayal lagi pertempuran meletus dan saling berhadapan. Daan sempat mencoba melerai pertempuran itu namun tentara Jepang sudah keburu beringas dan disinilah keberanian seorang Daan Mogot muncul, walaupun sudah tertembak dipaha kanan dan dadanya, dia tetap maju menembaki pihak Jepang dan menjadi sasaran empuk dari berbagai arah sehingga dia tewas, demikian Teddy Matheos Ketua OKK KKK yang juga pemerhati sejarah.

Kegiatan rapat kerja nasional (Rakernas) ke-II ini sebenarnya sudah selesai dan ditutup sehari sebelumnya dengan menghasilkan 12 (dua belas) Ketetapan, dan menjadi menarik karena kembali diangkatnya Manifesto Manusia Kawanua (MA KAWANUA) yang digagas oleh Dewan Pembina KKK tahun 2004 yang diketuai oleh Om Ventje Sumual, menjadi suatu ketetapan untuk diadopsi sebagai pandangan organisasi untuk disesuaikan dalam suatu deklarasi Tou Kawanua. Satu hal juga yg ditetapkan adalah pelaksanaan RAKERNAS III Tahun 2019 di Tomohon, Sulawesi Utara dengan berbagai kegiatan pra Rakernas sekaligus mengangkat Ketua Panitia Sdr. Fabian Pascoal, SH, MH yang juga seorang lawyer handal di Jakarta.

Sebelumnya pada pembukaan rakernas, Ketua Umum KKK Dr. Ronny Sompie menegaskan bahwa kehadiran organisasi perkumpulan warga kawanua itu, harus lebih nyata di masyarakat serta menyentuh dan membumi dalam menyusun program kerja agar lebih mudah untuk diterima.

Keberadaan KKK sebagai organisasi adalah mewujudkan “Sitou Timou Tumou Tou” yang berbasis budaya “mapalus” dalam kehidupan nyata, tidak hanya untuk warga Kawanua tetapi untuk bangsa dan negara.

“Turunan prakteknya mulai dari level pengurus DPP, Provinsi dan cabang di kota dan kabupaten. KKK sebagai organisasi tidak sekedar ada,” ujar Sompie yang turut didampingi Sekum Ayub Yunus, Bendahara Umum Jerry Rampen.

Dikesempatan lain Ketua DPD K3 Gorontalo Berty Runtukahu optimistis program kerja organisasi ini akan berjalan baik hingga ke daerah, khususnya menggerakan semangat mapalus warga Minahasa di rantau.

Komentar senada juga disampaikan oleh anggota Dewan Pakar Willy H. Rawung, bahwa langkah DPP mendatangi makam Daan Mogot, adalah suatu langkah yang tepat karena  banyak orang tahu nama tersebut tapi jika ditanya Daan Mogot itu asalnya dari mana? Pada umumnya tidak tahu. Padahal Daan Mogot sudah diabadikan menjadi nama Jalan utama yang menghubungkan antara Provinsi banten dan DKI Jakarta bahkan namanya dipakai juga sebagai nama gedung dan sekarang terdapat lokasi elite yaitu Daan Mogot City. Nah kita orang Kawanua Harusnya mengapresiasi keberanian dan kepahlawanan Daan Mogot tersebut, demikian Willy Rawung.

Pada diskusi pembekalan di hari pertama, Laksda TNI (Purn) Yoost Mengko memberikan materi Makawanua kepada semua peserta Rakernas. Didalamnya beliau menyampaikan bahwa produk Makawanua sebenarnya sudah menjawab pertanyaan mengenai siapa sebenarnya manusia/Tou Minahasa itu. Tidak perlu dicari lagi; sebab dalam perumusan Makawanua itu sendiri kami berdiskusi selama satu tahun agar tepat apa yang termuat didalam manifesto itu sendiri. Sehingga bila kami ingin merobah tanda baca saja; artinya sudah menjadi lain, demikian Mengko yang terakhir menjadi asisten intelejen Panglima TNI ini.
Setahu saya, dari semua sub etnis di Indonesia, bari kami Minahasa yang berani mengeluarka manifesto seperti ini kata Yoost Mengko, sehingga sayang bila barang yang bagus hanya disimpan dan tidak dideklarasikan.

Selain mengunjungi makam Daan Mogot, pada hari kedua ada agenda Pengukuhan beberapa DPC seperti dari Bandar Lampung, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Lebak dan Cilegon. Dalam amanat pelantikan, Ketua umum menyatakan agar setiap kepengurusan dapat menjadi pelayan bagi warga Kawanua didaerah masing-masing sehingga kehadiran KKK akan dihargai dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat sekitar, itu dikuatkan juga oleh Wakil Ketua Umum Dr. Tommy Watuliu dan Dr. Rudy Sumampouw.

Selesai acara pengukuhan, diteruskan dengan penyerahan mandat kepada Sdr. Jackson A. Kumaat untuk mengawaki DPD KKK Provinsi DKI Jakarta, dan sebagai sambutan awalnya sebagai pemegang mandate, Jackson mengatakan akan mengajak kaum milenial untuk membesarkan KKK di Jakarta dengan berbagai kegiatan yang bernuansa milenial. Dikesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Pdt. Audy Wuisang mengatakan bahwa untuk DKI Jakarta, Jackson harus memperhatikan keberadaan perkumpulan Roong, Taranak dan Fungsional yang berjumlah sekitar 400 perkumpulan, karena mereka yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

Memang dalam struktur KKK sekarang telah terjadi perubahan signifikan mengingat sesuai dengan visi organisasi yang bertransformasi menjadi organisasi modern maka regristrasi keanggotaan, itu adanya di DPC-DPC atau kabupaten dan Kota, demikian Pdt. Audy Wuisang.

Diharapkan pada minggu mendatang semua keputusan Rakernas II tahun 2019 akan kami distribusi ke berbagai daerah yang telah memiliki kepengurusan, kata Teddy Matheos. Agar apa yang telah diputuskan dalam Rakernas kali ini, menjadi pedoman Organisasi untuk kita kerjakan bersama-sama. Semoga.

Bagikan