Kenang Mayor Daan Mogot, Kerukunan Keluarga Kawanua Ziarah Di TMP Taruna Tangerang

10 September 2018 10:11 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id – JAKARTA: Putra-putra  terbaik asal Minahasa (Manado) yang  berjuang bagi kemerdekaan bumi pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ternyata cukup banyak tersebar di wilayah Indonesia. Salah satu contoh Pahlawan Nasional yang sudah melegenda berjuang di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Beliau adalah Robert Wolter Mongisidi. Pejuang yang gagah berani ini harus meregang nyawa di hadapan regu tembak tentara penjajah Belanda.

Selain itu ada sosok pejuang berwajah tampan asal Minahasa yang menjadi pahlawan nasional karena dengan gagah berani bertempur sampai titik darah penghabisan bersama pasukannya yang kemudian dikenal dengan Pertempuran Lengkong di wilayah Tangerang.   Tidak berlebihan kalau pahlawan nasional yang bernama Mayor Daan Mogot ini telah membanggakan masyarakat Minahasa atau Kawanua di perantauan khususnya yang tinggal di Jabodetabek.

Kisah heroik dalam Pertempuran Lengkong itu salah satu yang menjadi kebanggaan TNI di kemudian hari. Bahkan, tanggal 25 Januari sejak tahun 2005 ditetapkan Kasad Ryamizard Ryacudu sebagai Hari Bhakti Taruna Akademi Militer. Hal ini dituangkan lewat Surat Telegram KSAD  Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005.

Sejarah mencatat saat peristiwa itu terjadi Mayor Daan Mogot menjabat Direktur Akademi Militer (kini Akmil) di Tangerang.    Saat dilantik menjadi pimpinan Akmil Mayor Daan Mogot masih sangat belia dengan usia 17 tahun.    “Bisa kita bayangkan seorang yang berusia sangat muda sudah diberi tanggungjawab memimpin sebuah akademi militer,” kata Ronny Sompie, Ketua Umum Perkumpulan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di sela-sela ziarah di TMP Taruna, Tangerang, baru-baru ini.

Pengalaman ditempa sebagai salah satu tokoh pemimpin Barisan Keamanan (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pangkat mayor, Daan Mogot ditunjuk menjadi Direktur Akademi Militer di Tangerang dengan taruna sekitar 180 orang. Kurang lebih setahun memimpin pendidikan calon perwira Mayor Daan Mogot ditugaskan melucuti senjata tentara Jepang yang negaranya telah mengalami kekalahan dari sekutu (AS dkk).

Menggunakan tiga truk Mayor Mogot berangkat bersama Lettu Soebianto Djojohadikoesoemo (adik kandung Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, paman Prabowo Soebianto) dan Lettu Soetopo keduanya (Polisi Tentara Resimen lV).     Mereka ditemani 70 taruna TKR/BKR.      Lokasi tentara Jepang berada di markasnya di Lengkong Wetan, Serpong (kini wilayah BSD) Tangsel. Rupanya saat proses perundingan dengan pimpinan tentara Jepang Kapten Abe, terjadilah insiden dimana terdengar tembakan.

Seketika itu Daan Mogot pun berlari keluar dari tempat perundingan. Perang pun pecah tanpa diketahui siapa pemicuhnya.  Para prajurit Jepang kembali mengambil senjata mereka yang sebelumnya sudah diserahkan ke pihak Daan Mogot. Mereka menembaki para taruna yang sedang dalam posisi tidak menguntungkan.

Apalagi di antara mereka hanya bersenjata bambu runcing. Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu Mayor Daan Mogot bersama puluhan taruna. Totalnya, 34 taruna dan tiga perwira termasuk Daan Mogot.  Sejumlah rekan mereka sempat menyelamatkan diri ke hutan.

Mereka kemudian dimakamkan dulu di Hutan Lengkong dan kemudian digali kembali dan dimakamkan di tanah kosong dekat Resimen IV Tangerang yang kini bernama TMP Taruna.  Selain Mayor Daan Mogot, Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo juga dimakamkan para taruna yang gugur dan pejuang lainnya. Total yang dimakamkan 48 jiwa, tiga di antaranya tanpa nama.

Sementara di antara taruna yang gugur ada dua berasal dari Minahasa Rudolf Maringka dan Sapachus Petrus. Sedangkan di Akmil Tangerang ada instruktur juga berasal dari Minahasa Lettu Jopie Bolang, tapi beliau mungkin tidak ikut dalam Pertempuran Lengkong, tapi ada informasi Jopie Bolang dimakamkan di TMP Serang, karena gugur juga dalam perjuangan berikutnya.

Dalam upaya mengenang perjuangan Mayor Daan Mogot dkk dan untuk memberikan motivasi bagi warga Kawanua di perantauan, Perkumpulan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) yang sedang melaksanakan  Rakernas di Tangerang Banten (7-8) September 2018, salah satu agenda acara melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Taruna Tangerang, Sabtu pagi.

Rombongan dipimpin Ketua DPP KKK Dr Ronny F. Sompie, Waketum Brigjen Pol Dr Winston Tommy Watuliu dan para ketua DPD dan sekjen dari 7 DPD yang hadir di Rakernas Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di antaranya, Gorontalo, Kalteng, Lampung, Sumut, Jatim dan Banten sendiri sebagai panitia penyelenggara yang dikomandani pak Jan Kaunang.

Ketua DPP K3 Ronny F. Sompie dalam sambutan Rakernas tetap mengupayakan kerukunan semua Kerukunan Keluarga Kawanua yang terdiri dari Taranak, Roong dan Fungsional di seluruh Indonesia. Mantan Kapolda Bali ini juga mengajak putra-putra Kawanua bersikap kesatria dan berintegritas seperti para leluhur Waranei-Waranei untuk berkiprah positif dalam ikut membangun bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI.

Ronny, yang juga menjabat Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham meminta DPP K3 dan jajarannya di daerah-daerah tetap menjaga kerukunan dan menjalin kerjasama atau sinergitas dengan pemerintah daerah, komunitas suku lainnya di mana pun orang Kawanua bermukim.

Dalam kunjungan ke Taman Pahlawan Pahlawan Taruna, Ronny sangat kagum akan perjuangan Daan Mogot yang masih sangat belia telah berjuang mengharumkan nama orang Minahasa di perantauan. Apalagi nama Pahlawan Nasional Daan Mogot diabadikan sebagai jalan pahlawan terpanjang di Jabodetabek. Jalan Daan Mogot terbentang dari Perempatan Grogol sampai Kota Tangerang.   Menurut Ronny, perjuangan Daan Mogot tidak sia-sia karena telah memberikan sumbangsih nyata dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI yang masih baru beberapa bulan merdeka.

Ronny mengimbau bagi pemuda-pemuda Kawanua saat ini teladan yang telah dirintis Mayor Daan Mogot bisa menjadi inspirasi yang positif dalam ikut mengejar cita-cita untuk berkiprah di segala bidang profesi terutama bagi generasi milenial.

Sementara itu, dalam Rakernas ll menurut Sekjen DPP K3 Pak Ayub, selain menghasilkan 12 Keputusan juga ditetapkan Rakernas berikutnya tahun 2019 akan diadakan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Bagikan