Peduli Bencana Longsor Dan Banjir Manado, KKK Bantu Keluarga Korban

MANADO, JURNAL UTARA- Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Jumat (1/2/2019) di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyisakan duka bagi mereka yang kehilangan anggota keluarganya. Hujan yang  turun dengan intensitas tinggi sejak malam hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah kelurahan. Dua titik, yakni kelurahan Tikala Baru dan Kelurahan Mahawu tanah longsor merengut dua orang korban jiwa. Sedangkan banjir mengakibatkan 2 korban jiwa akibat terseret arus deras di Kelurahan Kombos dan Kelurahan Mahawu. Tercatat menurut data, akibat hujan deras yang cukup lama ini mengakibatkan  2 orang meninggal dunia akibat terserat banjir dan 2 orang meninggal dunia akibat tanah longsor. Sementara untuk keluarga terdampak bencana  2737 kk dan 2.523 jiwa dan 23 kelurahan di 8 kecamatan terendam air.

Tim KKK bersama BPBD Kota Manado di lokasi tanah longsor Kelurahan Tikala Baru

Peristiwa bencana ini menjadi perhatian khusus dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). Berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, KKK yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Dr Ruddy Sumampouw dan Ketua Bidang Sosial Verra Sanger, Kamis (14/2/2019) mendatangi keluarga korban di lokasi bencana tanah longsor  di Kelurahan Tikala Baru Lingkungan VI Kecamatan Tikala. Korban tanah longsor di tempat ini atas nama almarhum Jhon Juarmas(45) warga Kelurahan Tikala Baru Linkungan VI Kecamatan Tikala yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Manado. Didampingi Kabid Penganan Darurat BPBD Kota Manado Jenny Bangonang, Tim K3P diterima langsung oleh keluarga korban Dede Mangoting SIP yang merupakan kakak dari istri korban. Mangoting kemudian menerima bantuan uang tunai yang diserahkan oleh Ketua Bidang Sosial KKK Vera Sanger.

Ketua Bidang Sosial KKK Verra Sanger coba menyusur lokasi tanah longsor

“Kami diutus oleh Ketua Umum DPP KKK Dr Ronny Sompie SH MH yang adalah Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM RI untuk membantu keluarga korban banjir dan tanah longsor di Manado khususnya bagi yang meninggal dunia,” tukas Sanger yang berterima kasih kepada BPBD Kota Manado yang sudah mendampingi mereka.

Sementara itu Waketum Bidang Sosial Dr Ruddy Sumampouw mengaku hal ini dilakukan dengan semangat Dr Samratulangi yakni Sitou Timou Tumou Tou yang menjadi falsafah K3P untuk membantu meringankan beban keluarga korban.

“Filosofinya kenapa daerah lain bisa kami bantu, sementara di daerah sendiri tidak. Seperti korban bencana di Lombok, Palu, dan Selat Sunda bekerja sama dengan K3P wilayah masing-masing. Bantuan ini mohon dilihat dari rasa kepedulian dan kemanusian kita  terhadap sesama terlebih ini kampung halaman kita. Meskipun bantuan ini baru dilakukan sekarang, tetapi menurut kami tidak ada kata terlambat untuk niat yang tulus,” tukas Sumampouw yang mengaku dalam Tim kali ini ikut juga KKK dari Provinsi Gorontalo dan  Sulawesi Tengah.

Sumampouw-pun menambahkan saat banjir bandang tahun 2014 yang lalu KKK juga mengirimkan tim satgas penangggulangan yang mendirikan posko dan bertugas selama sebulan. Kali tidak seperti itu namun langsung mendatangi keluarga korban untuk melakukan recovery.

Terpisah, Kabid Penanganan Darurat Jenny Bangonang mengaku bersyukur dan bangga terhadap KKK yang sudah membantu meringankan tugas pemerintah Kota Manado.

“Hal ini akan saya laporkan ke Walikota bahwa Tim KKK sudah peduli terhadap korban bencana dengan mendatangi langsung keluarga koraban. Atas nama pemerintah Kota Manado menyampaikan terima kasih atas kepedulian KKK yang sudah membantu keluarga korban,” ujar Bangonang didampingi beberapa staf.

Menurut rencana disusun Tim KKK hari ini Jumat (15/2/2019) tim akan melanjutkan mendatangi langsung keluarga korban longsor dan hanyut yang ada di Kelurahan Mahawu dan Kelurahan  Kombos Timur. Tim KKK ini terdiri juga dari Diana Sinaulan, Ventje Parera dan Lidya Rangingisan sebagai penghubung.(pw)

Bagikan